Tampilkan postingan dengan label Zoom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zoom. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 April 2020

Zoom akan Hadirkan Versi Terbaru Pekan Ini

Sumber: google.com


Platform video conference Zoom, kabarnya akan meluncurkan versi baru 5.0 untuk Aplikasi pada pekan ini, sebagai upaya perusahaan dalam menanggulangi serta menjawab segala permasalahan Keamanan yang belakangan ini marak, seiring lonjakan pengguna hingga 50 persen dalam tiga pekan terakhir.

Hingga saat ini Aplikasi Zoom telah memiliki lebih dari 300 juta pengguna aktifnya setiap hari, jumlah itu bertambah 100 juta pengguna dalam 22 hari terakhir.

Pengguna Zoom ini sendiri melonjak seiring dengan berbagai perkantoran, sekolah hingga perguruan tinggi di berbagai belahan dunia menetapkan kewajiban untuk tetap berkegiatan di rumah dalam upaya memutus rantai penyebaran virus corona.

Namun, Aplikasi itu kerap mendapatkan kritik dari seluruh pakar Keamanan siber di beberapa negara dan pengguna terkait celah keamanannya.

Salah satu Masalah Keamanan yang dimaksud yakni "Zoombombing" di mana peserta Meeting yang tidak diundang masuk dalam Meeting, dapat ikut serta kedalam Meeting tersebut karena adanya kebocoran ID dan password Meeting.

Hal itu membuat sejumlah perusahaan, maupun institusi pendidikan dan pemerintah di sejumlah negara berhenti menggunakan Platform tersebut. Menanggapi hal tersebut, Zoom mengatakan akan meluncurkan versi baru Aplikasi, Zoom 5.0 pada pekan ini.

Zoom, yang bersaing dengan Team milik Microsoft dan Webex milik Cisco, juga telah meluncurkan rencana 90 hari kedepan untuk meningkatkan Keamanan Aplikasi, dan telah menunjuk mantan kepala Keamanan Facebook, Alex Stamos, sebagai penasihat.

Tidak hanya itu pihaknya juga telah melakukan beberapa perubahan pada antarmuka pengguna, termasuk menawarkan perlindungan kata sandi dan memberikan lebih banyak kontrol ke admin room untuk memeriksa peserta yang tidak dikenal.




Sumber: akurat.co

Rabu, 08 April 2020

Zoom Dituntut ke Pengadilan Akibat Saham Merosot Permasalahan Privasi

Sumber: google.com


Zoom Video Communications Inc kabarnya digugat oleh salah satu pemegang sahamnya pada Selasa kemarin, yang menuduh bahwa Aplikasi konferensi Video tersebut dituding melebih-lebihkan standar Privasi dan gagal menunjukkan bahwa layanannya memiliki sistem enkripsi end-to-end.

Michael Drieu selaku salah satu pemegang saham Zoom mengatakan di Pengadilan bahwa serangkaian laporan media baru-baru ini yang menyoroti kelemahan Privasi dalam Aplikasi Zoom telah menyebabkan saham perusahaan anjlok, walaupun di awal tahun sempat mengalami peningkatan.

Saham perusahaan ditutup turun sekitar 7,5 persen pada 113,75 dolar Amerika, pada saat Drieu melayangkan tuntutan ke Pengadilan, perusahaan kabarnya telah kehilangan hampir sepertiga dari nilai pasar mereka sejak menyentuh rekor tertinggi pada akhir Maret.

Chief Executive Officer Zoom, Eric Yuan pekan lalu mengajukan permintaan maaf kepada Pengguna, mengatakan perusahaan itu telah gagal memenuhi harapan Privasi dan keamanan komunitas, dan sedang mengambil berbagai langkah untuk memperbaiki masalah tersebut.

Zoom telah berusaha mengatasi masalah keamanan, seiring dengan terdaftarnya jutaan Pengguna baru dari seluruh dunia karena banyak perusahaan yang menerapkan bekerja dari rumah setelah adanya pemberlakuan lockdown untuk memperlambat penyebaran virus corona.

Namun, perusahaan menghadapi serangan dari para Pengguna yang khawatir tentang kurangnya enkripsi sesi rapat yang disebut sebagai zoombombing, di mana para Pengguna yang tidak memiliki akun resmi Zoom tetap bisa ikut rapat.

Sebelumnya, perusahaan roket Elon Musk, SpaceX baru-baru ini melarang karyawannya menggunakan Zoom, dengan alasan masalah Privasi dan keamanan yang signifikan.

Hal itu juga diterapkan kabinet yang Taiwan mengatakan kepada lembaga pemerintah untuk berhenti menggunakan Aplikasi tersebut, namun Zoom belum menanggapi permintaan Reuters untuk memberikan komentar.




Sumber: akurat.co

Selasa, 07 April 2020

Masalah Keamanan, Taiwan Larang Penggunaan Zoom untuk Kebutuhan Konferensi

Sumber: google.com


Pemerintahan Taiwan mengatakan kepada seluruh lembaga Pemerintah untuk berhenti menggunakan Aplikasi konferensi ZoomVideo Communications Inc, kabar buruk terbaru bagi perusahaan video conference tersebut ditengah upayanya dalam memerangi kritik terhadap Platform yang diduga melanggar Privasi dan keamanan penggunanya.

Padahal pengguna harian Zoom dilaporkan melejit menjadi lebih dari 200 juta pada bulan Maret ini, pasca beberapa negara menerapkan lockdown sebagai upaya menekan penyebaran virus corona.

Pengguna harian Zoom kini mayoritas merupakan karyawan yang diminta untuk bekerja dari rumah dan organisasi Sekolah yang beralih ke penerapan belajar kelas online menggunakan Aplikasi gratis milik perusahaan.

Namun, belakangan ini perusahaan tengah menghadapi serangan balik dari pengguna yang khawatir tentang kurangnya enkripsi saat menggunakan Aplikasi atau yang biasa disebut "zoombombing", di mana para peserta rapat yang tidak memiliki akun Zoom dapat mengikuti kegiatan rapat.

Kini, dengan adanya kekhawatiran tersebut jika lembaga Pemerintah Taiwan harus mengadakan konferensi video, mereka tidak boleh menggunakan Platform yang memiliki masalah keamanan, seperti Zoom, hal itu di sampaikan oleh Kabinet Taiwan dalam sebuah pernyataannya.

Lebih lanjut, Kementerian Pendidikan negara Taiwan kemudian mengatakan untuk melarang penggunaan Zoom sebagai alternatif bersekolah, tapi perusahaan belum menanggapi permintaan terkait hal itu.

Taiwan akan menjadi Pemerintah pertama yang secara resmi menyarankan untuk tidak menggunakan Zoom, meskipun beberapa Sekolah di AS sedang mempertimbangkan untuk membatasi penggunaannya setelah peringatan FBI bulan lalu.

Chief Executive Officer Zoom, Eric Yuan pekan lalu meminta maaf kepada pengguna, dan mengatakan bahwa perusahaan telah salah langkah dari segala penerapan terkait Privasi dan keamanan masyarakat, serta akan bertanggung jawab untuk memperbaiki masalah tersebut.

Dalam hal ini, Zoom bersaing dengan Tim milik Microsoft, Cisco Webex dan Google Hangouts. Kabinet Taiwan mengatakan, Aplikasi konferensi buatan dalam negeri lebih dianjurkan, tetapi jika diperlukan produk dari Google dan Microsoft akan dapat dipertimbangkan




Sumber: akurat.co

Senin, 06 April 2020

Huawei-Honor Siapkan Kamera Smartphone 55x Zoom

Sumber: google.com


Raksasa manufaktur Cina, Huawei, telah melakukan langkah terbaik dalam mengembangkan Kamera smartphone terbarunya. Menurut bocoran, Huawei-Honor tengah mengembangkan smartphone dengan Kamera berkapasitas Zoom digital 55x.

Bocoran itu diperkuat dengan screenshot aplikasi Kamera EMUI dengan slider Zoom 55x. Opsi Zoom sejauh itu tidak ada di ponsel Huawei atau Honor yang saat ini tersedia di pasaran. Huawei P30 Pro dan P40 Pro hanya menawarkan Zoom digital hingga 50x. Hanya Huawei P40 Pro+ saja yang memiliki Zoom digital 100x.

Bila teknologi Zoom Kamera ini rilis, ada sejumlah smartphone flagship dari Huawei dan Honor yang worthed untuk teknologi ini. Smartphone seperti seri Honor 30, seri Huawei nova 7, seri Huawei Mate 30S dan seri Mate 40 yang masih menunggu untuk dipasarkan cukup layak mendapat teknologi tersebut.


Sementara, spekulasi yang paling kuat untuk Zoom 55x ini adalah smartphone seri Nova 7. Seri Nova 7 juga digadang-gadang akan hadir dengan Kirin 985 SoC.


Untuk pastinya, Huawei akan memberikan clue tentang seri apa yang akan menggunakan 55x digital Zoom ini pada minggu depan.



Sumber: akurat.co

Zoom akan Menyimpan Data Pengguna di Cina

Sumber: google.com


Dalam sebuah pertemuan, para peneliti The Citizen Lab, Universitas Kanada, menunjukkan bahwa Zoom menggunakan metode AES-128 untuk enkripsi Data. Sedangkan, untuk koneksi sementara, mereka menggunakan metode ekripsi AES-256 
yang diklaim lebih kuat.

Para ahli telah menemukan bahwa Data yang diproses dengan enkripsi AES-128 berasal dari Server aplikasi. Dalam beberapa kasus, Data akan dikirim ke Server Zoom in Cina. Sialnya, berlaku untuk semua pengguna, termasuk bukan pengguna yang berasal maupun berdomisili di Cina.

CEO Zoom, Yuan Zheng, menanggapi persoalan Data tersebut. Ia menyebut, Zoom selalu dibedakan secara geografis, dan pengguna Eropa dan Amerika terhubung ke Server lokal). Namun, jika beberapa Server macet di jaringan, aplikasi akan berusaha menemukan Server yang sesuai secara berurutan.

Memang, pandemi COVID-19 membuat layanan konferensi video mengalami ledakan bersejarah. Dan jika terjadi hingga jangka waktu yang lama, bisa dibayangkan sibuknya aktivitas Server penyedia layanan video conference. Dan bukan tidak mungkin, pemilik aplikasi akan memiliki akses Data yang kuat.




Sumber: akurat.co