Tampilkan postingan dengan label PSIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSIS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Maret 2020

PSIS Tak Turunkan Gelandang Andalannya ke TC Timnas, Kenapa?

Sumber: google.com


PSIS tak melepaskan gelandang  andalannya, Septian David Maulana untuk mengikuti training camp Timnas. PSIS hanya melepas 2 pemain yakni Arhan Pratama dan Alfeandra Dewangga mengikuti pemusatan latihan timnas untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Septian David masih terlihat mengikuti sesi latihan di Stadion Citarum, Kamis (13/2/2020). Sementara Arhan dan Dewa sudah tidak terlihat dalam sesi tersebut.

''Kondisi David tak memungkinkan untuk bergabung dengan pemusatan latihan. Sangat riskan jika memaksakan dia untuk ke Jakarta. Ini merupakan keputusan tim pelatih, dokter, dan manajemen mempertimbangkan kondisinya. Lebih baik David meningkatkan fisik bersama tim dulu. Bukan karena masalah teknis,'' ujar Pelatih PSIS Dragan Djukanovic usai memimpin latihan di Stadion Citarum Semarang, Jumat  (14/2/2020).

Ia menerangkan, jika memaksakan mengikuti TC tersebut, SDM sangat riskan cedera. Karena, program latihan timnas akan sangat berat.

Pihaknya juga telah berkomunikasi dengan PSSI dan manajemen Timnas terkait kondisi pemain asal Semarang itu. Dragan sangat mengapresiasi PSSI dapat memahami alasan PSIS tak melepas gelandang serang andalannya itu.

''Kami sangat senang David, Arhan, dan Alfeandra bisa bergabung dengan timnas. Karena sangat bagus bagi mereka. Tapi khusus David tidak pada kondisi yang memungkinkan untuk bergabung. Setidaknya, sepekan lagi, dia (David) akan lebih baik,'' imbuhnya.

Septian David Maulana memang terlambat datang ke latihan PSIS karena menjalani ibadah Umroh. PSIS telah melaksanakan latihan sejak 30 Januari 2020 silam, namun gelandang andalan PSIS itu Selasa (11/2/2020).

Saat ini Septian David terus berlatih untuk mengembalikan kondisi fisiknya. Ia didampingi pelatih fisik PSIS Emilio hanya melakukan jogging mengelilingi lapangan dan berlatih kecil di pinggir lapangan.




Sumber: Ayosemarang.com

Rekrut Pemain Timnas U-16, Kartika Vedhayanto Bakal Berseragam PSIS

Sumber: google.com


Eks pemain Timnas U-16, Kartika Vedhayanto, terlihat pada sesi latihan PSIS beberapa hari terakhir. Rencananya dia bakal berseragam PSIS dalam waktu dekat ini.

"Sebentar lagi, tinggal resminya saja. Sudah sepakat," ujarnya di sela-sela latihan di Stadion Citarum, Selasa (11/2/2020).

Dia mengaku bangga bisa bergabung dengan PSIS. Menurutnya PSIS merupakan salah satu klub besar di sepak bola Indonesia.

"Senang dan bangga bisa bela klub kebanggaan masyarakat Kota Semarang. Target saya di PSIS bisa menembus skuat, memang harus kerja keras," imbuhnya.

Dia mengaku banyak talenta muda di PSIS yang membuat persaingan menjadi lebih ketat. Namun hal itu membuat motivasinya berlipat.

Kartika merupakan pemain berposisi natural sebagai bek sayap kanan. Di posisi itu sudah dihuni nama-nama, Fredyan Wahyu, Safrudin Tahar, Riyan Ardiansyah dan debutan Timnas Arhan Pratama.

Sebelumnya PSIS merekrut pemain muda seperti, Alfeandra Dewangga dan Muhamad Ridwan. Kartika Vedhayanto menjadi salah satu pemain berlabel Timnas jika benar diresmikan oleh klub dan berpotensi menjadi pemain masa depan.




Sumber: Ayosemarang.com

Kamis, 05 Maret 2020

Ex Timnas, Mahir Radja Satya Resmi Gabung PSIS

Sumber: google.com


PSIS terus memperkuat skuad dengan mendatangkan pemain muda. Usai merekrut, Alfeandra Dewangga, Wahyu Prasetyo, Muhamad Ridwan, PSIS mendatangkan mantan pemain Timnas U-23 2019, Mahir Radja Satya jelang Liga 1 2020/2021.

Pemain jebolan klub asal Spanyol, Deportivo Castellon SAD tersebut informasinya sudah mendatangi kontrak dengan manajemen PSIS. Kepastian pemain tersebut bergabung dengan PSIS juga diketahui di akun @PSISofficial yang mengunggah tato ciri khas pemain tersebut.

CEO PSIS, Yoyok Sukawi membenarkan bahwa pihaknya memang mendatangkan penggawa Timnas U-22 era Indra Sjafri itu sebagai rekrutan pemain lokal terakhir.

"Nanti kami umumkan secara resmi saja. Yang jelas perburuan pemain lokal kami sudah berakhir. Tanggal 1 Februari kami berharap seluruh pemain sudah mengikuti latihan perdana," katanya baru-baru ini.

Saat ini Radja informasinya juga sudah berada di Semarang, dan tinggal menunggu waktu untuk segera di perkenalkan oleh manajemen. Meski tak sepopuler rekan-rekanya di Timnas U-23 seperti Osvaldo Hay, Egy Maulana Vikri, dan Saddil Ramdani, pemain berusia 21 ini memiliki banyak pengalaman di sepak bola Indonesia.

Selain pernah membela Timnas U-23 pada tahun 2019, Mahir Radja juga sempat membela Bhayangkara FC di Liga 1 2019. Hanya saja cedera yang dialaminya membuat dia absen sekitar satu tahun dari kompetisi.

Sementara Pelatih PSIS, Dragan Djukanovic menyebut, Flavio Bek Junior juga akan datang ke PSIS sebagai pemain asing terakhir yang dikontrak PSIS. Hal itu diungkapkan pelatih asal Montenegro tersebut saat perkenalan tim official pelatih PSIS Liga 1 2020/2021 di mess PSIS Jalan Semeru Dalam, Selasa (28/1/2020).

“Flavio akan datang ke sini, kami akan berusaha mendapatkanya. Saya yakin Flavio bersama PSIS bisa memberikan kontribusi yang positif,” ujarnya.

Dragan menyebut untuk target di Liga 1 nanti, Dragan ingin setiap pertandingan pemain PSIS berusaha bisa menang. Pihaknya akan membuat PSIS memiliki filosofi sepak bola menyerang.

“Saya juga tekankan dan membuat mental PSIS bisa lebih baik. Dan membuat suporter ataupun siapapun yang datang bisa senang saat melihat PSIS bermain,” imbuhnya.

Dragan menerangkan, untuk persiapan latihan dia sudah membuat program. Pada Kamis (30/1/2020) akan dilakukan tes medis dan kemudian akan dilakukan latihan pada sore harinya.




Sumber: Ayosemarang.com

Minggu, 23 Februari 2020

PSIS Kandaskan Tim Juniornya di Laga Simulasi Liga 1

Sumber: google.com


PSIS menang 2-0 dalam laga simulasi Liga dengan PSIS U-20 di Stadion Citarum Semarang, Sabtu (15/2/2020).

Laga itu sengaja digelar untuk mempersiapkan anak asuh Dragan Djukanovic menghadapi kompetisi.

Sejak peluit babak pertama anak asuh Dragan terus menyerang. Lewat pengatur serangan Jonathan Cantillana PSIS terus menggempur adik kelasnya tersebut.

Terus menyerang membuat lini belakang PSIS U-20 kalang kabut. Bruno Silva pun mencetak gol di sepuluh menit awal babak pertama lewat tandukannya. Skor 1-0 untuk PSIS senior.

PSIS U-20 sesekali menyerang lewat serangan balik. Skuad asuhan Khusnul Yakin dan M. Ridwan itu belum bisa menembus rapatnya barisan pertahanan PSIS senior.

Di menit akhir babak pertama PSIS menggandakan keunggulan lewat Flavio Beck Junior. Skor berubah 2-0 untuk PSIS senior tidak berubah hingga peluit akhir babak pertama dibunyikan.

Di babak kedua Dragan menurunkan para pemain mudanya. Nama- nama seperti Muhamad Ridwan, Eka Febri, Kartika Vedhayanto, Andreas Ado, Zohri dan Septian David Maulana dijajal Dragan.

Talenta-talenta muda asuhan tangan dingin Dragan tak memberi kesempatan PSIS U-20 membangun serangan.

Berulang kali gawang PSIS U-20 diteror dengan serangan lapis kedua klub berjuluk Laskar Mahesa Jenar.

Meski demikian penyelesaian akhir telenta muda PSIS Semarang tak membuahkan hasil.

Hingga akhir babak kedudukan tak berubah, PSIS Semarang unggul 2-0 atas tim juniornya.

Dragan menuturkan, tim bermain bagus di laga ujicoba. Yang terpenting adalah membangun mental para pemain.

Menurutnya, motivasi harus terus diberikan untuk para pemain PSIS.

Jika ingin menjadi pemain profesional, mentalnya juga harus profesional. Kami akan terus genjot fisik dan taktik para pemain secara periodik untuk mempersiapkan mengarungi kompetisi, tandasnya.




Sumber: Ayosemarang.com

Eks Striker Persela, Kini PSIS Kontrak M. Ridwan Dua Tahun

Sumber: google.com


PSIS resmi mengikat striker muda, Muhamad Ridwan, Senin (27/1/2020). Striker asal Boja, Kabupaten Kendal itu akan berseragam PSIS selama dua tahun.

CEO PSIS, Yoyok Sukawi menerangkan alasan perekrutan M.Ridwan adalah untuk menambah variasi di lini depan PSIS. Saat ini murni hanya ada dua striker yakni Bruno Silva dan Hari Nur Yulianto.

“Kita punya pemain yang bisa bermain sebagai striker murni di depan hanya Bruno Silva dan Hari Nur Yulianto. M. Ridwan ini tipikalnya merupakan striker murni, dengan postur tubuh yang tinggi besar, punya kekuatan dan kecepatan. Sehingga bisa menjadi alternatif pelatih untuk lini depan,” ujarnya, Senin (27/1/2020).

Ia menegaskan PSIS rata-rata mengontrak pemain dengan durasi paling sedikit dua tahun. Pihaknya belajar dari musim-musim lalu yang mengikat pemain dengan waktu satu tahun.

Jadi pemain yang kita satu tahun ketika mereka moncer banyak tim lain yang ingin merekrut mereka. Jadi saat mereka pergi, kita patah hati, katanya.

Muhamad Ridwan merupakan pemain kelahiran Kendal 13 Juni 2000 silam. M. Ridwan memperkuat Persela musim 2019/2020. M. Ridwan merupakan jebolan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan.

Nama M Ridwan sebetulnya sudah tak asing dengan PSIS, karena pada musim 2018 silam dia sempat menjalani beberapa kali latihan di PSIS pasca lulus dari Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan.

Namun saat itu, rekan sekolah bintang Tim Nasional Indonesia U-23 Egy Maulana Vikri ini hanya beberapa saat bergabung dengan PSIS baik di tim senior maupun di tim PSIS U-19 saat itu, kemudian hengkang ke Sriwijaya FC.

M. Ridwan mengaku alasan kuat ke PSIS karena Semarang sudah seperti menjadi kota kelahirannya sendiri. Walau dirinya lahir di Boja, Kendal namun dari kecil hingga besar M. Ridwan lebih banyak menghabiskan waktunya di Kota Semarang.




Sumber: Ayosemarang.com

Selasa, 04 Februari 2020

PSIS Banjir Sponsor Saat Kembali ke Semarang

Sumber: google.com, 

Kembalinya PSIS bermarkas ke Kota Semarang membuat para pengusaha lebih tertarik untuk mensponsori klub berjuluk Mahesa Jenar tersebut.

CEO PSIS, Yoyok Sukawi menerangkan,
#2020PSISBALIKKESEMARANG membuat tertarik para pengusaha lokal dan sekitarnya. Misalnya Carfix dan Nasmoco sudah mulai menghubungi PSIS.

“Meski nilainya tidak sebesar Indomie yang meneken kontrak jangka panjang, tapi kami lihat semangat mereka dulu. Sekarang mereka mulai mencari PSIS, kalau dulu PSIS mencari mereka aja susah dan “ngendo”. PSIS tahun ini jadi sangat seksi,” katanya.

Sementara untuk apparel beberapa juga mulai mendekati PSIS. Salah satunya apparel asal Thailand, Warrix yang saat ini juga digunakan Tim Nasional Indonesia menggantikan Nike.

Yoyok mengaku masih mempertimbangan tawaran dari merk apparel tersebut. Dia mengakui, tawaran keuntungan dari Warrix lebih tinggi dibanding Riors. 

"Warrix ini cukup agresif, sudah masuk ke Timnas juga ke klub," ujar dia.

Meski demikian, Yoyok tak serta-merta menerima tawaran Warrix. Sejumlah hal menjadi pertimbangan manajemen PSIS terutama kualitas produk yang ditawarkan. Selama ini, Riors memang memberikan servis yang baik kepada PSIS. Pertimbangan lain yang diperhitungan manajemen PSIS adalah kuantitas produksi karena Warrix berpusat di Thailand. 

"Kami melihat infrastruktur, Warrix punya apa tidak pabrik di sini. Warrix punya tidak kualitas yang bisa mengalahkan Riors," paparnya.

“Kami berjanji pekan ini akan mengumumkan nama apparel yang bakal menemani PSIS musim ini. Secara garis besar, nampaknya masih Riors karena belum ada yang bisa menyaingi dari sisi kualitas,” tandasnya.





Sumber: Ayosemarang.com