Tampilkan postingan dengan label Bawang Putih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bawang Putih. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Februari 2020

Harga Bawang Putih di Jawa Tengah Berangsur Normal

Sumber: google.com


Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah melakukan inspeksi harga bawang putih ke sejumlah pasar dan distributor, Senin (10/2/2020). Hasilnya, harga bumbu dapur, yang sempat mencapai Rp50.000 per kilogram, kini berangsur turun. 

Tim yang terdiri dari Biro Perekonomian Setda Provinsi Jateng, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Perwakilan Bank Indonesia dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, pertama kali menyambangi pedagang di penampungan pedagang Pasar Johar. Di situ, TPID menemukan fakta, bawang putih yang mulanya dijual Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram, kini harganya justru turun, menjadi Rp29.000 per kilogram.

Hal itu diungkapkan oleh seorang pedagang, Narti. Menurutnya, penurunan harga tersebut mulai berlaku pada hari itu. 

Ia mengaku, sempat kaget, lantaran pada hari Sabtu (8/2/2020), harga bawang putih masih Rp45.000. 

Hal serupa dikatakan oleh Giyarto, seorang pemasok bawang yang berjualan di loss E 18. Menurutnya, turunnya harga bawang diinformasikan dari distributornya di Surabaya.

"Informasi dari Surabaya sudah mulai turun harganya. Jadi di sini ya menyesuaikan saja harganya sekitar Rp35.000 per kilogram. Dua minggu kemarin harganya sekitar Rp45.000 - Rp46.000 per kilogram," ujarnya.

Dari sisi pedagang, ia mengaku mengalami kerugian. Karena, stok yang ia jual hari ini dibelinya dengan harga lumayan tinggi. Namun, ia menyadari hal itu bagian dari bisnis.

"Stok punya saya kemarin beli awal bulan Februari, tanggal 1 sampai 4 kemarin, harganya ya masih tinggi. Sekarang harganya turun, ya seperti itu biasa dulu pernah seperti ini juga," tuturnya. 

Kabid Perdagangan dalam Negeri Disperindag Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Santoso mengatakan, inspeksi dilakukan menindaklanjuti kenaikan bawang putih beberapa hari belakangan. Dia menyebut, kenaikan harga bawang putih dikarenakan isu virus korona. 

"Namun hal itu tak terbukti (isu virus Korona), kemarin ada rapat di Jakarta rekomendasi (impor) sudah dikeluarkan. Dan dengan itu, harga sudah berangsur-angsur turun," kata dia.

Terkait kecukupan stok bawang putih, Santoso bilang tidak ada kekhawatiran soal itu. Lantaran, pengadaan impor sudah ditentukan dari pusat, terkait kebutuhan tiap-tiap daerah.

Menjawab adanya keluhan pedagang, Santoso menjawab itu adalah bagian dari mekanisme pasar. 

Kasi Karantina Tumbuhan,  Balai karantina pertanian kelas 1 Semarang,  Cisilia Tri widiyanti menyatakan, bawang putih yang beredar di Jateng sudah melalui tahap pemeriksaan. Ia memastikan, komoditas tersebut terbebas dari penyakit. 

"Pintu masuk bawang putih di Jateng, masuknya bisa lewat Semarang atau Surabaya. Barang yang sudah dikeluarkan, sudah dicek fisik maupun uji laboratorium. Virus Korona belum sentuh barang holtikultura," paparnya. 

Kasubdit Industri, Perdagangan dan Investasi Ditreskrimsus Polda Jateng AKBP Benny Setyowadi menyebut, masyarakat tak perlu khawatir terkait harga bawang putih. Dari pantauan, harga bawang berangsur normal.

" Sampai saat ini belum ada indikasi penimbunan. Stok masih aman, harga pun stabil. Kami dari Satgas Pangan akan terus melakukan pemantauan. Hingga saat ini belum ditemukan indikasi ada penimbunan," pungkasnya.




Sumber: ayosemarang.com

Rabu, 05 Februari 2020

Isu Wabah Corona, Harga Bawang Putih Melonjak Tinggi

Sumber: google.com


Harga Komoditas Bawang Putih di Kota Semarang mengalami kenaikan siginfikan dalam sepekan terakhir. Kenaikan tersebut diduga karena adanya pembatasan pasokan dan isu wabah corona.

Baru 5 hari ini sudah naik. Perkilo Rp55 ribu. Sebelumnya Rp35 ribu, terus Rp40 ribu, sekarang sampai Rp55 ribu, ujar salah satu pedagang bawang putih.

Yani pun menambahkan, jika harga Bawang Putih di Kota Semarang diperkirakannya akan terus mengalami kenaikan harga. Mengingat saat ini pasokan mengalami penurunan.

Harganya mungkin bisa naik lagi, karena pasokan terbatas. Kita pokoknya ngikutin harga dari pemasok. Kalau naik ya pastinya kita naik, tambahnya.

Berbeda halnya dengan komoditas bawang merah, lanjut Yani, tidak mengalami kenaikan harga seperti komoditas bawang putih.

Kalau bawang merah tetap, harganya nggak naik signifikan kayak bawang putih. Harganya sekitar Rp23 ribu per kilonya, tukasnya.




Sumber: Ayosemarang.com