Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 April 2020

Zoom Dituntut ke Pengadilan Akibat Saham Merosot Permasalahan Privasi

Sumber: google.com


Zoom Video Communications Inc kabarnya digugat oleh salah satu pemegang sahamnya pada Selasa kemarin, yang menuduh bahwa Aplikasi konferensi Video tersebut dituding melebih-lebihkan standar Privasi dan gagal menunjukkan bahwa layanannya memiliki sistem enkripsi end-to-end.

Michael Drieu selaku salah satu pemegang saham Zoom mengatakan di Pengadilan bahwa serangkaian laporan media baru-baru ini yang menyoroti kelemahan Privasi dalam Aplikasi Zoom telah menyebabkan saham perusahaan anjlok, walaupun di awal tahun sempat mengalami peningkatan.

Saham perusahaan ditutup turun sekitar 7,5 persen pada 113,75 dolar Amerika, pada saat Drieu melayangkan tuntutan ke Pengadilan, perusahaan kabarnya telah kehilangan hampir sepertiga dari nilai pasar mereka sejak menyentuh rekor tertinggi pada akhir Maret.

Chief Executive Officer Zoom, Eric Yuan pekan lalu mengajukan permintaan maaf kepada Pengguna, mengatakan perusahaan itu telah gagal memenuhi harapan Privasi dan keamanan komunitas, dan sedang mengambil berbagai langkah untuk memperbaiki masalah tersebut.

Zoom telah berusaha mengatasi masalah keamanan, seiring dengan terdaftarnya jutaan Pengguna baru dari seluruh dunia karena banyak perusahaan yang menerapkan bekerja dari rumah setelah adanya pemberlakuan lockdown untuk memperlambat penyebaran virus corona.

Namun, perusahaan menghadapi serangan dari para Pengguna yang khawatir tentang kurangnya enkripsi sesi rapat yang disebut sebagai zoombombing, di mana para Pengguna yang tidak memiliki akun resmi Zoom tetap bisa ikut rapat.

Sebelumnya, perusahaan roket Elon Musk, SpaceX baru-baru ini melarang karyawannya menggunakan Zoom, dengan alasan masalah Privasi dan keamanan yang signifikan.

Hal itu juga diterapkan kabinet yang Taiwan mengatakan kepada lembaga pemerintah untuk berhenti menggunakan Aplikasi tersebut, namun Zoom belum menanggapi permintaan Reuters untuk memberikan komentar.




Sumber: akurat.co

Kamis, 02 April 2020

Tak Mau Kalah, YouTube Rancang Aplikasi untuk Pesaing TikTok

Sumber: google.com


Platform kreasi Video dan musik milik Google yakni YouTube, kabarnya sedang merancang sebuah Aplikasi yang akan menjadi pesaing dari TikTok bernama Shorts.

Aplikasi Shorts memungkinkan penggunanya dapat mengunggah Video singkat di dalam Aplikasi seluler, layaknya TikTok. Memanfaatkan musik berlisensi yang dimiliki YouTube Music dalam katalognya.

Dalam operasionalnya TikTok memberikan filter yang memungkinkan pengguna dapat memilih dari pilihan audio, musik, dan lainnya, sertadapat membuat Video menggunakan suara asli dari penggunanya.

Menurut laporan perusahaan analitik Aplikasi, App Annie, Aplikasi TikTok memiliki pertumbuhan sebanyak 125 persen selama dua tahun terakhir. Aplikasi tersebut juga memiliki ratusan juta pengguna.

TikTok juga tercatat mengantongi 842 juta unduhan dari App Store dan Google Play Store dalam 12 bulan terakhir, meningkat 15 persen tahun ke tahun.

Ini bukan pertama kalinya YouTube mengembangkan fitur populer milik platform media sosial lain. Sebelumnya, YouTube juga telah membawa fitur stories milik Instagram ke aplikasinya.

Mempertimbangkan basis pengguna yang besar, serta lebih dari 2 miliar pengguna aktif bulanan dan mengantongi banyak lisensi musik, tidak ada alasan bagi YouTube untuk membuat Aplikasi pesaing TikTok.

Sementara itu, Facebook kabarnya juga telah mengembangkan Aplikasi pesaing TikTok bernama Lasso yang diam-diam telah dilakukan uji coba di Brasil.




Sumber: akurat.co

Senin, 30 Maret 2020

Terdampak Corona, WhatsApp Kini Batasi Durasi Status Video

Sumber: google.com

Penyebaran virus corona sangat kuat di mempengaruhi dunia, tak terkecuali terhadap dunia teknologi dan internet. Salah satu plaform komunikasi via internet yang sangat populer, WhatsApp, juga terdampak.

WhatsApp sejauh ini merupakan platform messenger paling populer yang digunakan oleh lebih dari 2 miliar perngguna. Awal pekan ini, WhatsApp mengambil sejumlah kebijakan. WhatsApp membatasi fungsi Status penggunanya.

Kini, pengguna tidak bisa mengunggah Status Video dalam waktu lebih dari 15 detik. Kebijakan pembatasan ini pertama kali diterapkan di India dan akan diterapkan di sejumlah negara lain yang mengalami dampak penyebaran corona.

WhatsApp menggaransi bahwa pembatasan itu hanya bersifat sementara. Kini, pemerintah AS sedang dalam pembicaraan dengan Facebook, Google dan perusahaan teknologi lainnya tentang kemungkinan menggunakan data lokasi ponsel cerdas untuk memerangi pandemi Coronavirus COVID-19.




Sumber: akurat.co