Tampilkan postingan dengan label UMKM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UMKM. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Februari 2020

Hanya 20% Sudah Gunakan Sistem Online dari 17 Ribu UMKM Semarang

Sumber: google.com


Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Semarang mencatat ada 17.526 pelaku UMKM yang sudah berizin. Angkla tersebut baru sekitar 20 persen yang sudah menggunakan teknologi dalam pemasarannya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang FX Bambang Suranggono, mengatakan, saat ini pemerintah terus mendorong pelaku UMKM supaya mulai beralih dengan memanfaatkan teknologi Pelaku UMKM diminta tak hanya aktif berbisnis dengan sistem konvensional.

"Hal itu salah satunya dibuktikan dengan sudah dilakukannya perjanjian kerjasama antara Pemkot Semarang dengan Tokopedia, Blibli.com, Gojek, Grab untuk masukan produk di dalam market place untuk kegiatan jualan online mereka," ujarnya dalam acara Digitalk: Pasar Digital Lokal Raih Peluang Global di Balai Pertemuan Kota Semarang, Kamis (13/2/2020).

Sementara itu, Direktur Jenderal Informasi Komunikasi dan Perekonomian dan Maritim (IKPM) Kemkominfo RI Widodo Muktiyo menyambut baik langkah yang sudah dilakukan pihak Kota Semarang.

Menurutnya, saat ini penggunaan gawai sudah menjadi teman paling dekat bagi seseorang. Hal tersebut membuktikan jika saat ini peradaban sudah mengarah ke era teknologi.

"Saat ini kesadaran pelaku UMKM ini mungkin untuk digitalisasi mungkin sudah ada, tapi untuk teknis bagaimana mempromosikan, kemasannya dan hal teknis lainnya yang mungkin belum diketahui. Nah ini yang kita coba informasikan dalam kegiatan ini,"katanya.

Sementara itu, salah satu pelaku UMKM Semarang bernama Endang mengaku sudah menggunakan teknologi dalam menjalankan bisnisnnya. Namun saat ini dia merasa belum mendapatkan hasil yang diharapkannya.

"Bisnis online yang saya terapkan saat ini masih belum optimal. Tentunya masih butuh dukungan dan bantuan banyak pihak. Acara ini kami harapkan bisa menjawab kesulitan-kesulitan kami," tukasnya.





Sumber: Ayosemarang.com

Pelaku UMKM Harus Mampu Manfaatkan Teknologi di Era Digital

Sumber: Ayosemarang.com


Pelaku UMKM diharapkan mampu memanfaatkan teknologi dalam memasarkan produknya di era digital saat ini. 

Hal tersebut disampaikan Assisten Administrasi Perekonomian Pengembangan dan Kesra Sekda Kota Semarang, Widoyono dalam kegiatan "DIGITALK: Pasar Digital Lokal Raih Peluang Global" yang dihadiri ratusan pelaku UMKM.

"Dari sejumlah kurang lebih 17 ribu UMKM di Semarang ini yang masih memanfaatkan teknologi masih sedikit," ujarnya dalam gelaran yang diselenggarakan Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kominfo, Kamis (13/2/2020).

Widoyono berharap, dari kegiatan Digitalk ini mampu memberikan perubahan perilaku dari pelaku UMKM yang belum memanfaatkan teknologi berubah ke arah pemanfaatan teknologi digital.

"Peluang digitalisasi UMKM ini sangat terbuka lebar. Sekarang toko-toko ritel offline berguguran satu persatu, artinya sudah saatnya kita memikirkan cara lain dalam memasarkan produk. Untuk itu kegiatan ini sangat membantu para pelaku UMKm untuk mendapatkan informasi untuk menuju ke arah digitalisasi," tambahnya.

Sementara itu, Prof Dr Widodo Muktiyo, Direktur Jenderal IKP Kemkominfo menambahkan, jika saat ini gadget sudah menjadi teman paling dekat bagi seseorang. Hal tersebut membuktikan jika saat ini peradaban sudah mengarah ke era teknologi.

"Saat ini kesadaran pelaku UMKM ini mungkin untuk digitalisasi mungkin sudah ada, tapi untuk teknis bagaimana mempromosikan, kemasannya dan hal teknis lainnya yang mungkin belum diketahui, nah ini yang kita coba infoemasikan dalam kegiatan ini,"katanya.




Sumber: Ayosemarang.com

Senin, 10 Februari 2020

Grab Apresiasi Mitra di Semarang Saat Perayaan HUT ke-3

Sumber: ayosemarang.com

Merayakan ulang tahun ke-3 Grab Semarang dengan menggelar Malam Apresiasi Mitra, beserta Grab Fest 2020 dan GrabBenefit Expo untuk seluruh mitra pengemudi GrabCar, GrabBike, GrabExpress, serta mitra GrabFood di halaman Kantor Gubernur Jateng Jl Pahlawan Semarang, pada Sabtu (8/2/2020) malam.

Acara ini sebagai wujud kepedulian terhadap seluruh mitra yang memberikan kinerja terbaiknya untuk melayani seluruh pelanggan layanan Grab.

Regional Head of Central Java & Partner Benefit, Grab Indonesia Jaka Wiradinata menjelaskan mitra merupakan lini terdepan dalam mewujudkan layanan. 

Kami sangat bangga dan menghargai kinerja terbaik yang telah diberikan oleh seluruh mitra pengemudi kepada seluruh pelanggan Grab. Karena itu melalui acara Malam Apresiasi Mitra ini, kami ingin menunjukkan betapa besarnya perhatian yang diberikan untuk para mitra, baik itu GrabCar, GrabBike, GrabExpress, dan GrabFood, jelasnya di sela-sela acara.

Ia menambahkan kesejahteraan mitra menjadi prioritas salah satunya dengan memberikan program GrabBenefit yang dapat memberikan potongan harga tertentu untuk membantu mengurangi ongkos operasional sehari-hari. 

Selain itu juga diumumkan Grab Scholarship yang merupakan program dana bantuan pendidikan untuk mitra pengemudi berprestasi dengan kualifikasi tertentu.

Kami sangat berterima kasih kepada seluruh mitra pengemudi dan mitra merchant yang telah tumbuh dan berkembang bersama dalam ekosistem Grab, jelasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Semarang, FX Bambang Suranggono mengatakan ada sesuatu yang menarik yakni Grab memiliki sesuatu yang istimewa, yaitu aplikasi super Grab di Jawa Tengah. Aplikasi super ini bisa memberikan banyak sekali manfaat bagi masyarakat di Jawa Tengah.

Kami menyambut dan mendukung dengan luar biasa kehadiran Grab di Kota Semarang. Di ulang tahun ketiga ini semoga Grab makin besar, makin eksis dan bisa memberikan manfaat besar di Semarang dan kota-kota lainnya, jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang diwakili oleh Plt Kepala Badan Layanan Umum Trans Semarang Hendrix Setyawan menambahkan kehadiran Grab telah memberikan efek positif di Jawa Tengah karena berhasil membuka lapangan pekerjaan baru yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. Ini juga menjadi salah satu pendorong perekonomian setempat lewat inovasi teknologinya.

Kami berharap Grab bisa terus memberikan inovasi teknologi terbaiknya yang memiliki dampak sosial besar pada masyarakat dan membuat banyak orang bisa menikmati manfaat dari era digital, ujarnya.

Di dalam Malam Apresiasi Mitra ini, Grab memberikan penghargaan khusus kepada mitra pengemudi dan mitra restoran terbaik di Semarang, serta mitra komunitas yang telah bekerja sama turut membesarkan Grab. Bersamaan dengan itu, Grab juga menyelenggarakan Grab Fest 2020 yang diisi dengan berbagai acara hiburan serta bazaar dari mitra GrabKios, GrabFood, dan booth OVO.



Sumber: Ayosemarang.com

Selasa, 04 Februari 2020

Banyak Makanan Lezat! Yuk Cek Festival Kuliner Jalan Depok Semarang

Sumber: google.com


Ribuan Masyarakat memadati pembukaan Festival Kuliner yang digelar di sepanjang Jalan Depok, Jumat (24/1/2020).  

Pantauan Ayosemarang.com, sejumlah kuliner khas seperti Lumpia, Tahu Pong, Nasi Glewo, Garang Asem, Tahu Gejrot dan masih banyak lagi bisa ditemui dalam festival tersebut.

Tak hanya itu, makanan modern seperti Bakso Gurita, Gurita Bakar, aneka seafood, thai tea, dan laiinya juga bisa ditemui. Tentunya dengan harga yang terjangkau.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, festival kuliner tersebut akan dilaksanakan rutin setiap minggunya sebagai salah satu destinasi wisata baru di Semarang.

"Ini akan dibuka mulai pukul 16.00 WIB sampai 01.00 WIB setiap hari Jumat dan Sabtu. Dan untuk hari ini ada 72 tenan yang ikut berpartisipasi," ujarnya.

Hendi, sapaan akrabnya berpesan kepada para pedagang agar tetap menjaga harga yang terjangkau. Dirinya pun tidak menginginkan jika ada pedagang yang hanya memanfaatkan momentum karena lokasinya ramai untuk menaikkan harga.

"Semisal es teh Rp2.000 jadi Rp10.000, kalau seperti itu saya pastikan akan sepi. Untuk itu, mari kita jaga bersama kedepannya, Insyaallah pendapatan pariwisata naik," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki mengatakan, festival kuliner bisa menjadi pendorong UMKM kuliner lokal untuk bisa berkembang dan memperoleh pasar baru.

"Tentunya kegiatan ini positif. Karena sebetulnya makanan brand lokal tidak kalah dengan brand luar,"tukasnya.




Sumber: Ayosemarang.com