Tampilkan postingan dengan label FPI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FPI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Maret 2020

Tak Merapat ke Gereja, Padahal FPI Sudah Toleran

Sumber: google.com


Front Pembela Islam (FPI) Kendal memastikan tidak akan merapat ke gereja. Namun demikian FPI tetap toleran dengan tidak menghalangi umat agama lain beribadah.

Perwakilan FPI, Wali Laskar FPI Kendal Ahmad Sholeh mengatakan sedikitnya ada 30 anggota FPI yang terlibat dalam pengamanan Nataru. Mereka tersebar di Kecamatan Boja dan Limbangan.

“Kami sangat mengapresiasi keinginan Polres, karena kami juga sangat toleran terhadap perbedaan,” katanya.

Dikatakan sejumlah pihak tetap harus menghormati aqidah yang dipegang FPI, namun laskar akan disiapkan di pos meraka sendiri.

Kapolres Kendal, AKBP Hamka Mappaita mengatakan sengaja melibatakan ormas-ormas, terutama FPI untuk ikut menjaga Keamanan Nataru.

“Ini adalah yang terobosan pertama yang kami ambil, kami menggandeng FPI dan ormas-ormas lain untuk menjaga keamanan Nataru,” katanya.

Selain itu membantu TNI dan Polri dalam pengamanan Nataru, momen tersebut menurutnya juga sebagai ajang agar tumbuh rasa kebersamaan dan Nasionlisme untuk menjaga bangsa ini dari ancaman-ancaman yang membahayakan keragaman dan kedamaian bangsa.

“Dengan dilibatkannya ormas-ormas ini, harapan kami perayaan Natal dan Tahun Baru di Kendal bisa berjalan lancar. Tidak ada gangguan, sehingga masyarakat juga bisa merasa aman dan nyaman,” tandasnya




Sumber: Ayosemarang.com

Amankan Natal, FPI Ikut Menjaga Gereja di Kendal

Hasil gambar untuk fpi amankan natal
Sumber: google.com

Ternyata bukan hanya Barisan Ansor Serba Guna atau Banser yang ikut menjaga gereja pada perayaan natal. Di Kendal, Jawa Tengah Front Pembela Islam atau FPI Kendal juga dilibatkan.

Selain FPI dan Banser, juga ada dari Pemuda Pancasila (PP), Lindu Aji, Kelompok pencak silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) dan Klabang Hitam.

Pada Selasa (24/12/2019) sore, seluruh ormas yang berjumlah ratusan orang itu diapelkan di halaman Mapolres Kendal. Mereka mendapatkan pengarahan untuk menjaga keamanan pada pos-pos pengamanan yang telah ditentukan.

Kapolres Kendal, AKBP Hamka Mappaita mengatakan sengaja melibatakan ormas-ormas, terutama FPI untuk ikut menjaga Keamanan Nataru. “Ini adalah yang terobosan pertama yang kami ambil, kami mengganeng FPI dan ormas-ormas lain untuk menjaga keamanan Nataru,” katanya.

Selain itu membantu TNI dan Polri dalam pengamanan Nataru, momen tersebut menurutnya juga sebagai ajang agar tumbuh rasa kebersamaan dan Nasionlisme untuk menjaga bangsa ini dari ancaman-ancaman yang membahayakan keragaman dan kedamaian bangsa.

“Dengan dilibatkannya ormas-ormas ini, harapan kami perayaan Natal dan Tahun Baru di Kendal bisa berjalan lancar. Tidak ada gangguan, sehingga masyarakat juga bisa merasa aman dan nyaman,” tandasnya.

Perwakilan FPI, Wali Laskar FPI Kendal Ahmad Sholeh mengatakan sedikitnya ada 30 anggota FPI yang terlibat dalam pengamanan Nataru. Mereka tersebar di Kecamatan Boja dan Limbangan. “Kami sangat mengapresiasi keinginan Polres, karena kami juga sangat toleran terhadap perbedaan,” katanya.

Ketua PSHT Kendal, Supriyadi mengatakan jika ada 5.000 anggota PSHT Kendal siap menjaga keamanan Nataru. “Kalau yang ditempatkan di pos pengamanan ada 200 anggota. Sedangkan sisanya berjaga di daerah dan lingkungannya masing-masing,” kata Supriyadi.




Sumber: Ayosemarang.com

Ketum FPI Sebut Perhelatan Reuni 212 Merupakan Aset Negara

Sumber: google.com


Pelaksanaan reuni 212 kerap menarik perhatian masyarakat. Tak heran bila menghimpun jutaan orang dari berbagai daerah dan menjadi perhatian internasional. Tudingan negatif pun terbantahkan dengan aksi yang berjalan damai.

Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Ahmad Sobri Lubis menyampikan, acara reuni 212 bisa mempersatukan seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat. Serta berkumpulnya seluruh organisasi masyarakat islam.

"Reuni 212 ini dilirik masyarakat internasional, di mana mereka sebelumnya taruh kecurigaan dan sinis. Siapapun yang pegang handphone ceritakan peristiwa 212 dan masyarakat luar negeri lihat dan antusias," ujarnya di Gedung Dewan Dakwah Islam.

Bahwa antarmadzhab dan ormas Islam bisa bersatu padu dan ini yang dilihat sejumlah negara di seluruh dunia. Harapan-harapan pesatuan itu bisa dilihat dari Indonesia.

"Insya Allah 212 jadi hari ukhuwah sedunia. Semoga ada manfaat dan faedahnya dan suri tauladan yang baik dalam toleransi. Tapi tetap tegas dalam jaga prinsip agama dan negara," jelas Sobri FPI.

Maka itu, ia menyebutnya gerakan 212 merupakan aset negara yang perlu dijaga bersama. Mengingat diisi dengan kegiatan yang positif dan marekatkan persatuan.

"Bahwasanya Aksi 212 adalah aset negara Republik Indonesia, yang disaksikan seluruh dunia dan tidak ada aksi dengan dihadiri 13 juta orang dengan damai, kasih sayanag belum pernah ada sebelumnya," ucap Sobri FPI .




Sumber: Ayosemarang.com

Tak Mengulangi Perbuatan Melawan Hukum, FPI Janji Setia pada Pancasila

Sumber: google.com


Meskipun Front Pembela Islam (FPI) sudah meneken surat janji setia terhadap Pancasila, NKRI, dan tak lagi mau mengulangi perbuatan melawan hukum. Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan, pemerintah tetap harus mengkaji kebenarannya.

"Kan lagi dikaji dan harus dilihat secara komprehensif," kata Maruf di Kantor Wakil Presiden.

"Tentu bukan sekadar pernyataan, tapi benar enggak pernyataan itu, tentu harus didalami sehingga ketika mengambil keputusan sudah memikirkan semua aspeknya,” lanjutnya.

Maruf menegaskan, pemerintah bukan menolak memberikan perpanjangan SKT milik FPI, tapi harus ada pengkajian mendalam soal sikap ormas tersebut.

Untuk diketahui, FPI merasa dipersulit dalam hal perpanjangan Surat Keterangan Terdaftar Organisasi Masyarakat karena masih dicap bermasalah oleh pemerintah.

"Ormas-ormas yang lain tak dipermasalahkan, apa karena pilihan dan sikap politik selama ini dijalankan oleh FPI," kata Sugito saat dihubungi.

Sugito mengklaim FPI sudah sepakat dan berjanji untuk setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.




Sumber: Ayosemarang.com