Tampilkan postingan dengan label Teroris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teroris. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Maret 2020

Warga Bilang Terduga Teroris di Gunungpati Jarang Bergaul

Sumber: google.com


Sejumlah tetangga menyebut  terduga sepasang suami istri Teroris yang tertangkap di wilayah Jalan Kepoh Raya RT 1 RW 4, Kelurahan Nongkosawit dinilai jarang bergaul. Hal itu diungkapkan tetangga yang tinggal di sebelah rumah kontrakan terduga teroris tersebut.

Muhsin mengatakan, terduga Teroris baru dua bulan tinggal di lokasi tersebut. Selain itu dia menilai terduga Teroris tersebut jarang bergaul dengan masyarakat sekitar.

"Jarang bergaul dengan warga, tinggal di rumah kontrakan tersebut baru dua bulan. Keluar kalau ke mushola. Sudah pindah kontrakan setidaknya sebanyak tiga kali, terakhir di sebelah saya ini, pindahnya tetap di wilayah RT 1 RW 4," ujarnya, Selasa (15/10/2019).

"Untuk yang perempuan kalau keluar bercadar, kalau yang laki-laki tampil biasa. Warga sempat merinding saat penangkapan dan tidak menyangka," imbuhnya.

Dia menerangkan saat penangkapan terjadi aparat kepolisian tidak berseragam. Penangkapan tersebut dilakukan sekitar pukul 07.00.

"Saat penangkapan banyak motor dan mobil milik polisi disitu. Jadi perhatian warga, dikira ada kumpulan kok ramai-ramai. Tidak ada satu jam sudah pada bubar petugas kepolisian," imbuhnya.

Sebelumnya pada Selasa (15/10/2019) Tim Densus 88 Mabes Polri menangkap terduga Teroris di Kp. Kepoh Rt.01 Rw.04 Kel. Nongkosawit Kecamatan Gunungpati. Adapun Identitas terduga teroris penghuni kontrakan tersebut yakni, AMR (44) dan MH (44).

Sebelumnya pada Selasa (15/10/2019) Tim Densus 88 Mabes Polri menangkap terduga teroris di Kp. Kepoh Rt.01 Rw.04 Kel. Nongkosawit Kecamatan Gunungpati. Adapun Identitas terduga Teroris penghuni kontrakan tersebut yakni, AMR (44) dan MH (44).




Sumber: Ayosemarang.com

Densus 88 Antiteror Kembali Tangkap Terduga Teroris di Cirebon

Sumber: google.com


Seorang terduga Teroris berinisial LT ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian Indonesia kembali di rumah orang tuanya, Senin (14/10/2019) malam.

Tadi (Senin 14/10) pukul 20.00 WIB Tim Densus 88 telah melakukan penangkapan terhadap terduga teroris LT, kata Kepala Polres Cirebon, AKBP Suhermanto, di Cirebon, Selasa (15/10/2019).

Ia mengatakan penangkapan LT ini masih berkaitan dengan YF yang ditangkap pada Minggu malam (13/10/2019) dan juga terduga lain di Cirebon serta Indramayu. Masih satu rangkaian dengan yang di Jamblang (terduga teroris YF) dan juga di Indramayu, ujarnya.

LT  juga masih masuk kelompok Teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Cirebon pimpinan YF. LT juga warga Desa Panembahan, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Dan untuk kesehariannya yang bersangkutan merupakan penjual makanan.

Ia masuk kelompok JAD. Dan untuk pekerjaannya jualan makanan di depan SD Panembahan, kata Suhermanto.

Di Kabupaten Cirebon, Tim Detasemen Khusus 88 telah menangkap dua terduga teroris dalam dua hari ini, yaitu YF yang ditangkap pada Minggu malam (13/10/2019) malam dan LT yang ditangkap sekitar pukul 20.00 WIB Senin (14/10/2019).




Sumber: Ayosemarang.com

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Komplotan Penusuk Wiranto

Sumber: google.com


Terduga Teroris kembali diringkus Densus 88 Antiteror di kawasan Bambu Larangan, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (11/10/2019).

Penangkapan terduga Teroris bernama Taufik Hidayat ini, diduga masih berkaitan dengan aksi teror anggota JAD bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara, pelaku yang menikam Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang, Banten.

"Informasinya seperti itu," kata Kapolsek Cengkareng Kompol Khoiri, Sabtu (12/10/2019).

Densus 88 telah menggeledah rumah Taufik. Dari temuan-temuan, ia bagian dari kelompok media sosial yang mendukung ISIS atau Daulah. Taufik telah berbaiat kepada Al Baghdadi bersama dengan kelompok Abu Zee.

Taufik diduga mengetahui perencanaan aksi amaliyah Kelompok Abu Zee di mana Abu Zee sudah ditangkap pihak kepolisian di Bekasi beberapa bulan lalu. Abu Zee sendiri menjadi pihak yang menikahkan Abu Rara dan Fitri Andriana.

Dalam proses penangkapan itu, polisi juga turut mengamankan barang bukti seperti sebuah ikat kepala, dua buah topi, dua buah bendera, selembar foto pahlawan pembelas Islam, tujuh buah buku. Hingga saat ini Taufik masih diperiksa oleh polisi.

"Ada juga tiga buah bendel catatan, delapan kertas catatan ISIS, dan sebuah pisau lipat," kata Kabid Humas Polds Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.




Sumber: Ayosemarang.com

Terduga Teroris AS Diakui Warga Sosok yang Baik dan Berbaur

Sumber: google.com


Terduga Teroris AS (43) yang ditangkap Densus 88 Mabes Polri di Gresik, Jawa Timur, Sabtu (18/5/2019) beridentitas warga Kota Semarang. AS memiliki rumah di Jalan Kruing Barat Dalam, nomor 39 RT 3 RW 3, Kelurahan Srondol Wetan.

Rumah AS rumah berwarna hijau nomor 39 tersebut saat disambangi, Minggu (19/5/2019) tampak sepi. Walau ada jemuran di depan, tapi penghuni rumah tidak ditemui.

Satijo Mashudi (77) warga setempat, yang rumahnya bersebelahan dengan AS menerangkan, AS, istri dan ketiga anaknya telah berpindah tempat tinggal sejak tiga tahun lalu. Sekarang, rumah tersebut saat ini dikontrakkan.

"Rumah tersebut milik mertua AS, namun karena pindah tempat kerja ke Lamongan dan Gresik akhirnya dikontrakan. Saya  kaget mendengar informasi penangkapan AS,” ujarnya.

Dia mengaku, mendapat informasi penangkapan AS tersebut dari anaknya. Menurutnya, AS selama tinggal di Srondol Wetan merupakan sosok yang dikenal baik dan tidak macam-macam serta guyub dengan warga sekitar.

"Tidak ada hal-hal yang mencurigakan baik itu teman maupun perkumpulan. AS juga aktif di kegiatan warga," imbuhnya.

Menurutnya, setelah ada berita penangkapan tersebut, Sabtu (19/5/2019), dia dan warga sempat mendapati tiga orang tak dikenal mondar-mandir di depan rumah AS. Warga pun sempat melapor RT setempat atas momen  tersebut.

Ketua RW 3 Kelurahan Srondol Wetan, Agus Sutoro menjelaskan, AS masih ber-KTP sebagai warganya. Rumah AS saat ini dikontrakan, namun dia tidak mengenal dekat penghuni rumah yang dikontrakan tersebut.

Pihaknya mengetahui informasi penangkapan AS dari Ketua RT 1 yang memiliki saudara di kepolisian dan mengabarkan AS ditangkap di Gresik dugaan Teroris.

"Dapat kabar dia diamankan dari salah satu ketua RT di lingkungan sini. Tapi warga sini belum banyak yang tahu kabar penangkapan tersebut," tandasnya.




Sumber: Ayosemarang.com