![]() |
| Sumber: google.com |
Dalam sebuah pertemuan, para peneliti
The Citizen Lab, Universitas Kanada, menunjukkan bahwa Zoom menggunakan metode
AES-128 untuk enkripsi Data. Sedangkan, untuk koneksi sementara, mereka
menggunakan metode ekripsi AES-256
yang diklaim lebih kuat.
Para ahli telah menemukan bahwa Data
yang diproses dengan enkripsi AES-128 berasal dari Server aplikasi. Dalam
beberapa kasus, Data akan dikirim ke Server Zoom in Cina. Sialnya, berlaku
untuk semua pengguna, termasuk bukan pengguna yang berasal maupun berdomisili
di Cina.
CEO Zoom, Yuan Zheng, menanggapi
persoalan Data tersebut. Ia menyebut, Zoom selalu dibedakan secara geografis,
dan pengguna Eropa dan Amerika terhubung ke Server lokal). Namun, jika beberapa
Server macet di jaringan, aplikasi akan berusaha menemukan Server yang sesuai
secara berurutan.
Memang, pandemi COVID-19 membuat
layanan konferensi video mengalami ledakan bersejarah. Dan jika terjadi hingga
jangka waktu yang lama, bisa dibayangkan sibuknya aktivitas Server penyedia
layanan video conference. Dan bukan tidak mungkin, pemilik aplikasi akan
memiliki akses Data yang kuat.
Sumber: akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar