Senin, 06 April 2020

Zoom akan Menyimpan Data Pengguna di Cina

Sumber: google.com


Dalam sebuah pertemuan, para peneliti The Citizen Lab, Universitas Kanada, menunjukkan bahwa Zoom menggunakan metode AES-128 untuk enkripsi Data. Sedangkan, untuk koneksi sementara, mereka menggunakan metode ekripsi AES-256 
yang diklaim lebih kuat.

Para ahli telah menemukan bahwa Data yang diproses dengan enkripsi AES-128 berasal dari Server aplikasi. Dalam beberapa kasus, Data akan dikirim ke Server Zoom in Cina. Sialnya, berlaku untuk semua pengguna, termasuk bukan pengguna yang berasal maupun berdomisili di Cina.

CEO Zoom, Yuan Zheng, menanggapi persoalan Data tersebut. Ia menyebut, Zoom selalu dibedakan secara geografis, dan pengguna Eropa dan Amerika terhubung ke Server lokal). Namun, jika beberapa Server macet di jaringan, aplikasi akan berusaha menemukan Server yang sesuai secara berurutan.

Memang, pandemi COVID-19 membuat layanan konferensi video mengalami ledakan bersejarah. Dan jika terjadi hingga jangka waktu yang lama, bisa dibayangkan sibuknya aktivitas Server penyedia layanan video conference. Dan bukan tidak mungkin, pemilik aplikasi akan memiliki akses Data yang kuat.




Sumber: akurat.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar