Setelah melalui pandemic Covid-19 yang berkepanjangan dan juga melewati idul fitri, akhirnya sejumlah objek wisata di Kabupaten Biak Numfor kembali beroperasi secara penuh atau bisa disebut sebagai 100 persen. Maksudnya adalah melayani kunjungan wisatawan.
“Sebelum Idulfitri 1443 H, operasional objek wisata Pantai
Kali Saukobye, Distrik Biak Utara sudah beroperasi normal melayani kunjungan
wisatawan,” ungkap Ketua Kelompok Sadar Wisata Saukobye, Markus Abraw, di Biak,
Papua, Sabtu (28/5/2022).
Ia mengatakan dengan sudah normalnya operasional objek wisata Pantai Kali Warbon ini diharapkan menjadi tujuan wisata warga baik Biak
maupun lainnya. Pengelola Pantai Kali Warbon, menurut Markus, menyediakan
layanan kendaraan laut bermain anak, sewa ban berenang, dan gazebo untuk tempat
bersantai pengunjung.
“Sementara itu, juga kami akan menyiapkan kantin atau kios
menjual makanan dan minuman,”ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Biak, Papua, Onny Dangeubun
mengatakan, berbagai objek wisata di Biak sudah kembali beroperasi penuh
melayani pengunjung setelah situasi pandemi COVID-19 mulai berkurang atau
melandai.
“Kita harapkan pengelola objek wisata tetap menjaga prokes
[protokol kesehatan], meski sudah beroperasi penuh,” ungkapnya.
Berbagai tempat yang sudah beroperasi penuh di antaranya
pantai Anggopi, Pantai Segara Indah Bosnik, Pantai Sorido, Pantai Raja Tiga
Yendidori, Kali Biru, dan Kali Warbon Saukobye.
Terpisah, Ketua Persatuan Hotel Restoran Indonesia, Makka
Arief, mengatakan tingkat hunian kamar berbagai hotel di Kabupaten Biak Numfor
yang mulai meningkat akan berkontribusi terhadap masukan pendapatan asli daerah
(PAD).
“Kami berharap situasi pandemi COVID-19 segera berakhir
sehingga meningkatkan jumlah wisatawan yang menginap ke hotel,” ungkap Makka
Arief.
Diakuinya, kontribusi besar penerimaan PAD di sektor
pariwisata berupa jasa penginapan tamu kamar hotel.
“Saat ini sekitar 60-75 persen okupansi hunian kamar hotel
sudah terisi penuh karena berbagai kegiatan organisasi, pemerintahan dan
kemasyarakatan,”ujarnya.
Disebutkan Makka, beberapa hotel di Biak sudah dipilih
menjadi tempat untuk berbagai kegiatan organisasi kemasyarakatan, acara
keagamaan halal bihalal hingga acara pemerintahan.
“Secara mekanisme pasar hukum ekonomi ketika permintaan meningkat maka pendapatan perusahaan bersangkutan juga akan bertambah,” ujarnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar