![](https://bolaskor.com/media/a9/0b/77/a90b77d13afcec881537296bb21a1b3d_754x.jpeg) |
Google.com |
PT Liga
Indonesia Baru (LIB) sudah mengantisipasi kemungkinan penularan Covid-19 di Liga 1 2020 yang bergulir mulai 1 Oktober nanti.
Aturan dari antisipasi itu adalah pemain, pelatih, dan seluruh pihak yang
terlibat di dalam kompetisi harus benar-benar dalam keadaan sehat mengikuti pertandingan.
Bagaimana
pun, kesehatan menjadi hal utama pada lanjutan Liga 1 di tengah pandemi virus
corona ini. Protokol kesehatan ketat akan diterapkan pada setiap pertandingan,
dan LIB berharap tidak ada kasus corona yang muncul dari kompetisi ini.
Oleh sebab
itu, pendeteksian sedini mungkin bakal dilakukan. Jika ada pemain atau pelatih
yang mengalami sedikit sakit yang mengarah kepada Covid-19 dilarang untuk bermain.
"Kami
akan hindari sedini risiko yang mungkin terjadi. Dari mulai tim masih berada di
homebase, mereka harus sudah ada laporan, pemeriksaan tubuh dan segalanya, dan
yang paling penting saat pertandingan," kata Akhmad Hadian Lukita, selaku
direktur utama PT LIB saat jumpa pers virtual dengan awak media.
"Saat
pertandingan kami anggap para pemain sudah sehat secara fisik, kami mau
menghindari segala kemungkinan yang berisiko. Pemain satu flu saja, tidak bisa
ikut, apalagi jika seumpama Covid-19," sambung Hadian.
Akhmad
menambahkan jika nantinya ada pemain yang ternyata positif Covid-19, Liga 1 2020 aka tetap berjalan. Tentu, dengan beberapa ketentuan setelah ditemukan kasus
positif corona di kompetisi.
"Mudah-mudahan
tidak ada, jangan sampai terjadi. Di sepakbola Eropa jika ada yang terkena
Covid-19, maka kompetisi jalan terus. Nanti kami akan diskusikan penangannya
bagaimana," imbuh dia.
Sementara
itu, Plt Sekjen PSS, Yunus Nusi, mengatakan pihaknya sudah memiliki tim
penanganan Covid-19 jika nantinya memang ditemukan kasus positif corona.
Tak hanya itu,
protokol kesehatan yang diterapkan juga mengadopsi beberapa elemen penting
seperti Kementerian Kesehatan, WHO, Badan Nasional Penanggulangan Bencana
(BNPB), FIFA, AFC, dan beberapa kompetisi di Eropa.
"PSSI
dan PT LIB sudah punya tim Gugus Tugas, bagi kami protokol hampir sempurna
karena mengadopsi dari WHO, BNPB, Liga Jerman, Kementerian Kesehatan, FIFA,
AFC, kami akomodir, kami jadikan satu sampai dua buku. Protokolernya sudah
jelas. Begitu banyak opsi yang telah ada," ujar Yunus.
Sumber: ayobandung.com