![]() |
| Sumber: google.com |
Persiapan mudik lebaran terus dilakukan oleh Pemerintah
Provinsi Jawa Tengah. Bahkan untuk mengecek persiapan tersebut, Gubernur Jawa
Tengah, Ganjar Pranowo langsung turun tangan ke lapangan.
Ganjar menyempatkan waktu untuk mengecek jalur alternatif
Semarang-Magelang via Kopeng Salatiga. Menggunakan sepeda motor, Ganjar
berkeliling untuk melihat kondisi jalur alternatif yang memang disiapkan bagi
para pemudik itu.
Ganjar dan rombongan berangkat dari kediaman di Puri Gedeh
pada pukul 14.30 WIB. Rombongan bergerak melewati Semarang-Kabupaten Semarang,
Salatiga-Kopeng hingga tembus Magelang pada pukul 16.00 WIB.
"Jalur alternatif tadi lumayan bagus, meskipun memang
masih ada perbaikan kecil di sejumlah titik, namun yang jelas jalur ini sudah
siap dilalui pemudik," kata Ganjar.
Di jalur alternatif itu lanjut dia, sejumlah rambu sudah
dipasang. Selain itu, penerangan juga cukup dan pemasangan mata kucing juga
dilakukan di jalur-jalur darurat.
"Sudah bagus, semoga bisa dimanfaatkan oleh pemudik
untuk menjadi alternatif jika terjadi kemacetan di jalur utama,"
terangnya.
Ia menegaskan semua jalur alternatif di Semarang-Magelang sudah
siap untuk dilewati pemudik. Ganjar juga sudah memerintahkan Bupati/Wali Kota
yang ada jalur alternatifnya untuk melakukan percepatan.
"Apabila ada lobang-lobang kecil, saya perintahkan
ditambal dulu. Kalau ada jalan yang melintas di daerah darurat dan membutuhkan
penerangan, saya perintahkan dipasang penerangan portable," tegasnya.
Ganjar juga telah
menginstruksikan agar semua rekanan untuk menghentikan semua pekerjaan
perbaikan jalan pada H-10 nanti.
"Sebelum H-10, saya minta dilakukan
percepatan-percepatan," tegasnya. Tak hanya jalur alternatif, para
pemerintah daerah, lanjut Ganjar juga diminta mengantisipasi titik-titik
kemacetan jalan. Sejumlah tikungan, pasar kaget, antrean di SPBU harus diatur
untuk menghindari penumpukan kendaraan.
"Selain itu, sejumlah pintu-pintu keluar tol juga harus
mendapat perhatian, mengingat dengan adanya tol ini, diprediksikan mayoritas
pemudik akan menggunakan jalur tol itu," pungkasnya.
Di lain sisi, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah,
Satriyo Hidayat mengatakan, sejumlah jalur alternatif itu sudah disiapkan
dengan baik. Ia sudah berkoordinasi dengan penyelenggara jalan tol untuk
penambahan rambu-rambu jalan. Rambu-rambu yang biasanya hanya bertulis umum,
akan ditambahi informasi jalur alternatif yang dapat dilalui.
“Misalnya di exit tol Pemalang, di bawahnya dituliskan
Randudongkal, Belik, Purbalingga, Purwokerto. Jadi pemudik yang hendak menuju
arah Purwokerto memiliki pilihan untuk menghindari titik-titik kemacetan,”
imbuhnya.
Lebih lanjut Satriyo menerangkan, jumlah pemudik lebaran
tahun 2019 ini diprediksi meningkat 16 persen dari tahun sebelumnya dengan
prediksi sekitar 8,6 juta pemudik. Puncak arus mudik tahun ini diprediksi
terjadi pada H-5 atau pada hari Jumat (31/5/2019).
Dari jumlah itu, sebanyak 5,6 juta adalah pemudik menggunakan
mobil pribadi. Diprediksikan pengguna mobil pribadi akan memilih jalur tol
dibanding jalur pantura.
“Dari 5,6 juta mobil itu, diprediksikan akan menggunakan
jalan tol sebanyak 40 persen. Ini data dari Litbang Kementerian Perhubungan,
sehingga harus dilakukan antisipasi,” katanya.
Selain mengantisipasi kemacetan di pintu-pintu tol dan exit
tol, berbagai upaya dilakukan untuk mendukung kelancaran pemudik yang melintas
melalui jalan tol tahun ini. Salah satunya adalah dengan penyediaan tempat
pengisian bahan bakar yang tersebar di sepanjang jalur tol itu.
“Pada arus balik tahun ini, di ruas tol Jateng sudah tersedia
sembilan kios BBM, dua SPBU permanen dan satu SPBU modular. Diharapkan dengan
keberadaan pengisian BBM itu, pemudik tidak sampai kehabisan bahan bakar di
jalanan,” paparnya.
Sumber: Ayosemarang.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar